Pria Ini Terkejut Saat Malam Pertama Temukan Video Kekasih Pertama Istrinya, Ternyata Ia Telah ‘Dimadu’

by

Saat itu aku penasaran saja. Bila aku bertemu teman, mereka pasti bercanda tentang bagaimana bisa aku tertarik dengan istri.

Tapi aku tak berani tegur dia. Pernah beberapa kali melihat dia dalam kampus, dia kuliah naik motor. Dengan baju kurung…dengan trackbottom.

Banyak wanita di kampus selalu tertawakan dia. Sindir dia. Bilang dia low class. Saat aku semester 3 (dia semester 5), aku beranikan ajak dia keluar. Jawaban dia…tidak.

Kawan satu tungkat dia bilang dia memang seperti itu. Bahkan banyak kawan, dia tak suka kencan dan keluar kamar. Tapi aku masih mau ajak keluar.

Sampai satu hari, dia sudah muak. Bilang padaku, selagi mak ayah dia tanggung dia, tak mau kencan. Aku langsung terdiam.

Baca Juga:  Bikin Merinding!! Beredar Sebuah Rekaman Suasana Pemakaman Saat Malam Hari,Tiba-tiba Terdengar Suara Jeritan Ini

Aku lalu mencobanya lagi. Tapi sekarang dengan cara halus. Aku ajak dia ngobrol dengan modal mau beli buku rujukan dari dia.

Sejak itu, kalau belajar, kita ke perpustakaan library sama-sama (kawan dia 5 orang jadi bodyguard).

Tapi selalunya saja ke perpustakaan. Tempat lain dia tak mau.

Dan lama-kelamaan dia sendiri bilang jangan ganggu dia sebab sudah janji pada orangtua takkan pacaran saat kuliah.

Sebulan kemudian dia mau praktek. Kalau dia sudah tinggalkan kampus kita jarang ngobrol.

Loading...

Rupa-rupanya tak lama naik semester akhir, aku baru tahu ramai gosip tentang kita.

Saat aku sudah praktek dan dapat kerja, aku coba telepon dia. Dia ternyata masih single. Aku ajak keluar. Dia tolak.

Sebab kawan aku bilang aku ini sudah seperti mabuk, aku lalu lakukan salat ishtikharah.

Baca Juga:  Kisah Pilu Remaja Yatim, Kepalanya Dicangkul dan Membusuk Selama 28 Hari Akhirnya Meninggal

Kita masing-masing berjauhan, aku di Kedah dan dia di Johor, Malaysia tapi kami kerja di Negeri Sembilan.

Satu hari aku bilang minta nomor ayah dia dan diberinya. Ayah dia sebenarnya pengajari di universitas lain.

Aku telepon ayahnya dan secara tegas bilang ingin ajak keluar dia.

Ayah dia marah, bilang tidak terus ajak menikah. Aku bilang mau tapi dia tak mau. Dua hari kemudian, dia telepon dan bilang aku sudah gila.

MEMINANG HARI RAYA
Tapi mungkin jodoh, bila mak ayah aku hantar rombongan meminang di hari raya. Dia setuju. Kita tunangan dan menikah di hari yang sama.

Loading...
close
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *