Duh, Lamaran Ditolak Karena Miskin, Pemuda Ini Nekat Bilang “Izinkan Saya Berzlna Dengan Anakmu”

by

Ibu si gadis segera mengambil langkah mudah dengan menarik diri dari pembicaraan itu. Si ibu tahu, si pemuda berbicara menggunakan fakta islam. Dan tidak mungkin ibu si gadis dapat melawan kata si pemuda itu.

Ayah Gadis : Kamu mau berbicara mengajari masalah agama di depan kami?

Pemuda : ehh. maaf pak. Bukan saya hendak berbicara / mengajari masalah agama. Tapi itulah hakikat. Terkadang kita terlalu memandang pada adat sampai lupa agama.

Ayah Gadis : sudah lah. Kamu sediakan Rp.40.000.000,- kemudian kita bicarakan lebih lanjut. Kalau tidak ada, kamu tak bisa menikahi anakku!

Pemuda : Semakin lama lah hal itu. Mungkin di umur saya 30 atau lebih, saya baru bisa mengumpulkan uang tersebut dan bisa masuk meminang anak bapak.

Baca Juga:  Duh, Asyik Duduk di Motor Pria Ini Tak SAdar, Ada Sesuatu Keluar dari Ujung Celananya, Ternyata

Baiklah, kalau memang bapak berharap tetap demikian, maka ’izinkan saya berz!na dengan anak bapak’?

Mendengan ucapan lantang pemuda itu, Sang Ayah pun berang dan terlihat ingin menempeleng muka pemuda tersebut.

Ayah Gadis : Hei! Kamu sudah keterlaluan! jaga baik-baik mulut kamu itu.

Loading...

Pemuda : dengar dulu penjelasan saya pak. Apa bapak tahu alasan orang berz!na dan banyak orang memiliki anak di luar nikah? Sebab salah satunya hal seperti ini lah pak.

Selalu saja orang tua perempuan menempatkan puluhan juta rupiah untuk mahar, harus menunggu si pria mempunyai pekerjaan dengan gaji begitu tinggi, sampai pihak pria terpaksa menunda keinginan untuk menikah.

Baca Juga:  Viral! Bocah ini Tiba-Tiba Menghilang, Diduga Dibawa Sosok Dunia Lain..Saat Ditemukan Kondisinya Seperti Ini..

Tetapi cinta dan naf5u kalau tidak diwadahi dengan baik, setan yang jadi pihak ketiga untuk menyesatkan manusia.

Terlebih di zaman seperti ini yang cobaan dan kondisinya tidak seperti zaman bapak dan ibu dulu. Akhirnya mereka mengambil jalan pintas dengan berz!na. Pertama memang hal yang ringan-ringan dulu pak, pegang-pegangan tangan, saling memeluk, dan sebagainya. Tapi semakin lama akan menjadi hal berat. Yang berat-berat itu bapak sendiri pun bisa membayangkan.

Ayah Gadis : Lantas apa kaitan kamu dengan hendak berz!na pula !?

Loading...
close
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *